Uji Inpari IR Nutri Zinc di Lahan Kering, KWT Mandiri Desa Kuala Sempang Tuai Hasil Menggembirakan
Bintan – Kelompok Wanita Tani (KWT) Mandiri yang berlokasi di Desa Kuala Sempang, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, berhasil melakukan panen padi lahan kering pada Agustus ini dengan hasil yang menggembirakan. Panen dilakukan dari lahan uji coba seluas 1 hektar dengan dua varietas sekaligus, yaitu Situbagendit dan Inpari IR Nutri Zinc.
Ketua KWT Mandiri, Mesra Situmorang, menjelaskan bahwa uji coba ini dilakukan untuk melihat sejauh mana padi sawah irigasi seperti Inpari IR Nutri Zinc dapat beradaptasi di lahan kering suboptimal. Upaya tersebut mendapat pendampingan intensif dari Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepri dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan. “Awalnya banyak yang ragu apakah varietas Nutri Zinc bisa tumbuh di lahan kering. Tapi kami ingin mencoba, sekaligus mencari alternatif bagi petani Bintan yang lahan sawah irigasinya terbatas,” ujar Mesra.
Varietas Situbagendit sendiri dikenal sebagai padi gogo unggulan yang mampu ditanam di sawah maupun lahan kering. Keunggulannya antara lain rasa nasi yang pulen, tahan kekeringan, serta relatif tahan terhadap penyakit blas dan tungro. Dengan umur panen 110–120 hari dan tinggi tanaman 99–105 cm, Situbagendit berpotensi menghasilkan 3–5 ton per hektar.
Sementara itu, Inpari IR Nutri Zinc adalah varietas padi unggul dengan kandungan zinc tinggi, dikembangkan untuk membantu mengatasi masalah stunting pada anak. Berdasarkan penelitian, kandungan zinc varietas ini mencapai 34,51 ppm, lebih tinggi dibandingkan varietas populer seperti Ciherang (24,06 ppm). Selain kaya gizi, Nutri Zinc juga dikenal berdaya hasil tinggi, beras pulen, serta tahan terhadap sejumlah hama dan penyakit.
Panen perdana ini dilaksanakan pada akhir Agustus secara meriah dengan kehadiran Penanggung Jawab Program Strategis Kementerian Pertanian untuk Kabupaten Bintan, Melli Fitriani, bersama unsur Polri, TNI, Pemerintah Desa, serta PPL DKPP Bintan, Putri Sri Utami dan Siti Jaziroh. “Ini menjadi bukti nyata bahwa dengan penerapan teknologi dan budidaya yang sesuai, varietas unggul seperti Inpari IR Nutri Zinc mampu beradaptasi dengan baik di lahan kering,” ungkap Melli Fitriani.
Setelah panen, tim langsung melakukan pengukuran untuk mengetahui produktivitas kedua varietas. Hasilnya menunjukkan bahwa produktivitas Situbagendit mampu melebihi rata-rata, sementara Inpari IR Nutri Zinc dapat mencapai rata-rata produktivitas deskripsi yaitu 6,21 ton/ha. Angka ini bahkan melebihi hasil panen Nutri Zinc di lahan sawah irigasi Kabupaten Bintan, menegaskan potensinya dapat dikembangkan pada lahan kering.
Melli menambahkan, keberhasilan ini akan menjadi pemacu semangat bagi petani lain di Bintan untuk tidak terpaku pada keterbatasan sawah irigasi. “Selama varietas yang digunakan sesuai dengan agroekosistem, dan petani disiplin dalam menerapkan standar budidaya, hasil optimal tetap bisa dicapai,” katanya. Ke depan, keberhasilan KWT Mandiri diharapkan dapat menjadi contoh penerapan inovasi pertanian sekaligus mendukung upaya peningkatan produksi pangan dan perbaikan gizi masyarakat di Kepulauan Riau.